FAQ

Terhitung masa pembuatan website ketika melakukan perjanjian kontrak dan pembayaran uang muka (down payment).


Mengenai berapa lama proses pembuatan sebuah website mulai dari awal hingga online, ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Kesiapan klien dengan data/materi yang ingin ditampilkan, misalnya: logo, foto-foto, teks, data katalog produk dan lain-lain.
  2. Tingkat kesulitan dari aplikasi online yang akan dibuat. Tentunya semakin rumit aplikasi yang akan dibuat, memerlukan waktu pengerjaan yang juga makin lama.
  3. Kemudian juga volume pekerjaan yang sedang kami lakukan pada saat menerima pekerjaan tersebut, apakah sedang padat atau tidak.
  4. Dan juga bagaimana klien memberikan respon/tanggapan atas pekerjaan yang telah/sedang dilakukan. Kadang karena kesibukan klien sehingga persetujuan (approval) dari draft design bisa tertunda hingga berminggu-minggu.

Tapi pada umumnya, Adnanlopa meminta waktu penyelesaian pengerjaan sebuah website mulai dari 15 – 25 hari kerja. Bisa lebih cepat dari 15 hari jika volume pekerjaan sedang normal dan klien sigap merespon setiap tahapan pekerjaan.


Sehubungan dengan point 4 di atas, untuk setiap pengerjaan website, Adnanlopa mencantumkan persyaratan sebagai berikut:

  1. Maksimal jangka waktu pekerjaan adalah 3 (tiga) bulan, terhitung mulai dari pembayaran uang muka.
  2. Jika terjadi penundaan pekerjaan dan melewati maksimal jangka waktu pekerjaan di atas, maka; Klien dapat mengajukan untuk meminta perpanjangan jangka waktu untuk 6 (enam) bulan ke depan dengan melunasi sisa pembayaran yang masih tersisa. Jika hingga habis masa perpanjangan di atas dan pekerjaan masih tertunda, maka harus dibuat perjanjian (kontrak) baru. Jika klien tidak mengajukan perpanjangan, pembayaran yang telah dilakukan tidak dapat dikembalikan dan pekerjaan tidak dilanjutkan.

Apakah artikel ini berguna?

dari merasa ini berguna

Ada pertanyaan lain? Ajukan pertanyaan disini

Konsultasi gratis mau?